RSS

PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI DI MUARA SUNGAI

25 Sep

Muara sungai (terutama yang berada di daerah urban sering kali didapati berkembang secara tidak teratur bahkan menjadi sumber masalah di perkotaan. Masalah ini muncul antara lain dalam bentuk, ketidak aturan pemanfaatan lahan dan tidak terkendalinya kondisi sosial setempat. Kedua hal tersebut memicu banyak persoalan lain seperti persoalan sampah, kepemilikan lahan yang tumpang tindih, akses masuk dan keluar kawasan yang sangat terbatas (sumpek), sanitasi lingkungan yang buruk, cara hidup yang tidak sehat dan lain sebagainya. Padahal dimaklumi bersama, bahwa pengembangan daerah pesisir pantai dan muara sudah seyogyanya menjadikan pesisir/ garis pantai sebagai halaman depan dari sebuah kota atau yang sering dikenal dengan konsep waterfront city.

Sebagian pemangku kepentingan di berbagai tempat di dunia menjadikan reklamasi lahan pesisir sebagai solusi alternatif terhadap permasalahan di atas (tentu saja juga disebabkan hal lain di luar itu) karena beberapa alasan yang dinilai menjadi keunggulan reklamasi, yaitu (1) kemudahan mendapatkan lahan karena terhindar dari isu kepemilikan, (2) rencana pengembangannya merupakan sebuah investasi jangka panjang yang menguntungkan dari sisi ekonomi. Sebagai contoh dapat disebutkan reklamasi Teluk Manado yang menyatu dengan daratan, reklamasi Pelabuhan Belawan, reklamasi Pantai Utara Jakarta, , reklamasi di Tokyo dengan TOKYO SEA LIFE PARK-nya, Hakkejima atau reklamasi di Dubai yang fenomenal itu.

Karena sifatnya yang mencoba merubah suatu kondisi bentang alamiah, tentu saja keuggulan tersebut disertai potensi dampak negatif yang ditimbulkan. Potensi meningkatnya banjir akibat pengembangan lahan reklamasi masih menjadi perdebatan utama di sekitar isu reklamasi. Reklamasi dituding sebagai pemicu utama meningkatnya banjir di lokasi yang akan dibangun tersebut. Tapi benarkah demikian? jawabannya bisa benar dan bisa juga salah. Lantas kenapa bisa begitu?

Banjir adalah sebuah fenomena fisik alamiah yang kejadiannya, distribusinya (terhadap ruang dan waktu), besarnya ditentukan oleh interaksi komponen – komponen fisik tersebut. Demikian juga pada skala pengaliran, kenaikan muka air merupakan fenomena yang tidak sederhana untuk dipahami karena menyangkut (sekali lagi) interaksi berbagai komponen alamiah seperti besar debit, kapasitas penampang sungai, kemiringan sungai, kekasaran permukaan, gaya – gaya luar dll yang kesemuanya tidak bisa dijawab hanya dengan perdebatan di koran atau media yang cenderung mengabaikan hal – hal di atas dan mencampur adukkannya dengan hal yang lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan reklamasi.

Hujan misalnya, sebagai salah satu komponen utama pemicu banjir, apakah hujan akan meningkat atau menurun seiring dengan adanya reklamasi? tentu tidak. Mengendalikan hujan adalah hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan reklamasi. Kenaikan muka air (banjir) lebih disebabkan karena berkurangnya luas penampang. Karena saat terjadi banjir, air memerlukan penampang saluran yang lebih besar agar tidak terjadi kenaikan muka air. Persoalan kemudian adalah bagaimana menentukan luas penampang dan komponen penampang yang baik, dalam artian bahwa tidak akan terjadi kenakan muka air akibat banjir meskipun di lokasi tersebut akan dikembangkan sebuah kawasan reklamasi.

Model penyelesaian dampak banjir akibat reklamasi harus diselesaikan secara enjiniring. Analisis dan menyeluruh terhadap data – data hidrologi, sistem sungai dan muara dan pantai harus dilakukan dan harus menjadi leading sector ketika bicara tentang banjir. Jangan campurkan adukkan permasalahan banjir dengan isu kepemilikan lahan oleh pemodal, akses publik terhadap kawasan reklamasi, akses ekonomi masyarakat nelayan. Mari duduk bersama dan secara jernih memikirkan solusi dari setiap masalah pembangunan.

 
Leave a comment

Posted by on 25 September 2012 in Umum

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: