RSS

Tsunami, tak kenal maka tak sayang.

15 Apr

Ayo kenalan dengan tsunami (bagi yang sudah kenal, silahkan simak dan tambahkan bila masih kurang atau keliru).

1. Apa arti tsunami?
Secara harafiah tsunami berasal dari bahasa jepang yang berarti ‘tsu’ = pelabuhan dan ‘nami = gelombang. Jadi bukan nama orang apalagi sejenis makan jepang.

2. Bagaimana tsunami terjadi?
Tsunami terjadi akibat berpindahnya massa air dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat. Perpindahan massa air ini dapat terjadi antara lain karena : letusan gunung berapi bawah laut, longsornya sejumlah besar tanah ke dalam laut, gempa bumi yang disertai dislokasi dasar perairan. Gempa bumi yang besar belum tentu menyebabkan terjadinya tsunami apabila tidak terjadi dislokasi dasar perairan. Sebagai contoh gempa 8,5 SR yang terjadi pada 11 April 2012 tidak menimbulkan tsunami karena gerak lempengnya bergerak horizontal bukan vertikal.

Berikut penjelasan proses terjadinya tsunami Aceh 2004 :
Tsunami Aceh disebabkan oleh tumbukan pertemuan plat tektonik India dengan Myanmar yang disebabkan gempa besar yang terjadi sebelumnya. Proses tumbukan ini juga disertai dengan pelepasan energi yang besar. Gempa tersebut menyebabkan pergerakan tepian plat tektonik sepanjang kurang lebih 1200 km dengan pergeseran rata – rata 15 m dan dasar laut terangkat kurang lebih beberapa meter. Sebagai perbandingan, sebuah gempa besar lain hanya menyebabkan pergerakkan plat tektonik dengan panjang lebih dari 100 km.
Kenaikan dasar laut sepanjang 1200 km yang terjadi dalam waktu sesaat inilah yang meyebabkan energi kejut dan serta merta mengangkat massa air yang berada di atasnya untuk selanjutnya menjadi gelombang air dan menjalar hingga mencapai pantai – pantai di Sumatera.

3. Apakah setiap gempa menyebabkan tsunami?
Tidak setiap gempa menyebabkan tsunami. Gempa yang berpotensi menyebabkan tsunami adalah gempa dengan kekuatan di atas 7,0 SR, terjadi di laut dan tipe gerakannya vertikal.

4. Apakah setiap terjadi gempa dapat langsung ditentukan tipe gerakannya?
Tidak. Olehnya sistem peringatan dini hanya mengacu pada gempa di atas 7,0 SR dan sensor kenaikan muka air laut. (Ada informasi yang menyebutkan bahwa telah dikembangkan sensor yang diletakkan di dasar laut untuk mengamati pergerakan dasar laut. Saya belum tau persis infonya).

5. Berapa jumlah gelombang tsunami yang dapat terjadi dalam satu kejadian?
Dalam satu kejadian, tsunami dapat terdiri atas beberapa gelombang. Berdasarkan pemicunya, sulit membayangkan tsunami hanya terdiri atas sebuah gelombang tunggal.

6. Seberapa sering tsunami terjadi ?
Secara global, tsunami yang menyebabkan kerusakan di daerah dekat dengan sumber tsunami terjadi rata – rata 2 kali dalam setahun. Sedangkan di Pasifik, terjadi setiap 15 tahun untuk sebuah tsunami yang dikategorikan merusak.

7. Kenapa tsunami begitu merusak?
– Waktu yang dimiliki untuk menyelamatkan diri cukup sedikit.
Kecepatan tsunami di laut dalam mencapai 500 km/jam dan berangsur menurun menjadi 60 km/jam di kedalaman 30 m (jadi jangan sekali – kali berpikir adu lari dengan tsunami). Kita hanya punya waktu 30 menit untuk menghindar jika sumber pemicunya berjarak 250 km dari pantai. Itupun tergantung sistem peringatan dini dan informasi yang kita terima. Sebagai ilustrasi, jika sistem peringatan dini membutuhkan waktu 5 – 15 menit untuk informasi sampai ke telinga kita ditambah lagi waktu respon kita (telepon sanak keluarga, siapin ini itu, ngunci rumah dan lain sebagainya) paling cepat 5 menit, padatnya lalu lintas dan kepanikan yang ada, maka waktu yang tersisa kurang dari 10 menit.
– Tsunami adalah gerak/perpindahan massa air (aliran).
Anda pernah melihat benda apung yang terombang ambing di tepi pantai? Benda tersebut cenderung tetap di tempatnya (hanya naik dan turun) tidak berpindah meskipun ada gelombang/ombak. Benda tersebut tidak berpindah karena sesungguhnya gelombang yang ada tersebut adalah penjalaran gelombng saja tidak disertai perpindahan massa air. Tapi tsunami berbeda, tsunami ibarat aliran air sungai. Dia menjalar sekaligus membawa massa air dengan energi yang besar.
– Sebagai akibat dari interaksinya dengan dasar perairan, tinggi gelombang tsunami akan semakin besar ketika mendekati tepi pantai dan kecepatannya menurun.

8. Bagaimana sifat tsunami kalau masuk ke dalam teluk?
Karena gelombang tsunami adalah aliran massa air, maka ketika tsunami bergerak masuk ke dalam sebuah teluk energinya justru akan terkumpul lebih besar (tidak tersebar seperti gelombang pendek lain). Bayangkan 1000 orang berlari dilapangan kemudian diarahkan masuk ke lorong yang lebih sempit. Orang – orang akan berdesakan dan terus menumpuk.

9. Bagaimana mengurangi dampak kerugian akibat tsunami?
Caranya adalah kenalilah tsunami dengan lebih baik. Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak cinta. Ini serius, kita harus mengenal tsunami dengan lebih baik agar paham bagaimana sebaiknya tsunami ingin diperlakukan. Bukankah mencintai juga berarti memperlakukan yang tercinta agar tidak melukai dan dilukai olehnya? Dengan kenal tsunami (dan juga bencana lain), maka tata ruang kota dapat dibuat dengan lebih baik, pemukiman padat penduduk di tepi pantai dapat direlokasi, infrastruktur jalan dan jalur evakuasi dibangun, sistem peringatan dini diperbaharui, rumah/ bangunan dibuat lebih kuat dan tahan tsunami, stuktur – struktur perlindungan pantai disiapkan dan pikiran serta tindakan (dan akhirnya mental) kita menjadi lebih benar. Dengan demikian tidak perlu meratap apalagi mengutuki diri sendiri, kenapa kita dilahirkan di Indonesia, salah satu negeri dengan gunung api dan frekwensi gempa tertinggi di dunia. Karena dengan semua bencana (keberadaan lempeng – lempeng tektonik) itu kita sekaligus mendapati negeri ini sebagai salah satu negeri dengan kandungan mineral dan gas bumi terkaya di dunia.

 
Leave a comment

Posted by on 15 April 2012 in Akademik

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: